Untukmu Orang Ketiga

Pagi-pagi gini liat Twitter ada akun yang nge-share dirinya lagi punya hubungan sama orang yang udah menikah dan nanya mesti gimana tapi gk mau di-salty-in. Well, pikiran pertama gue: “bajingan kau, kau yang punya akun dan si pengkhianat!” iya bajingan kalian berdua.

Bajingan kau, si empu akun;mengganggu hubungan suami-istri itu perbuatan biadab, karena ada orang lain yang disakiti: pasangan asli + anak, belom lagi keluarga dari pasangan asli (baca: ortu), mana ada ortu rela rumahtangga anaknya diganggu orang macam kau. Lagian rendah amat sih lu maumaunya dijadiin selingkuhan, se-desperate itu karena belom punya pasangan?

Bajingan kau si pengkhianat; kalo emang ada masalah dalam rumahtangga itu diomongin bukan malah nyari yang baru, nyari penyakit, memperkeruh masalah. Kalo ngerasa pasangan udah gk menarik secara fisik juga bukan alasan nyari yang baru, dimana-mana pepatah “kebun tetangga lebih hijau” keliatannya aja bener tapi bukan berarti buah-buahan di kebun lain itu lebih manis, belom tentu selingkuhan lu ebih baik daripada pasangan lu. Kalo ngerasa butuh tantangan, harusnya jangan menikah dulu, menikah gk sebercanda itu. Apalagi kalo udah ada anak, apakabar anak lu nantinya?

Kalo kalian bilang “Kami saling mencintai! Kami yakin kami berjodoh!”, jika kalian Muslim, dan bersikeras bersama, silakan kalian pelajari tentang poligami. Jika kondisi tidak memungkinkan poligami, maka selesaikan dulu urusan rumahtangga yang sedang digoyahkan tersebut. Tapi, apa kalian yakin perasaan yang kalian rasakan itu benar cinta? Bukan nafsu sesaat yang kemudian musnah?

Hey si empu akun Twitter, apa kau yakin kelak jika ia memilih bersamamu, ia akan setia padamu? Ia tidak akan selingkuh lagi dengan orang lain suatu hari nanti?

Cobalah berpikir.

BSD, 26 Juni 2019, yang pagi-pagi udah emosi

Tahnia

Advertisements

A Quarter-life Crisis

Selama sebulan kemarin gue mengalami yang namanya jenuh. Jenuh kerja. Iya, gue jenuh kerja. Padahal gue juga tau gue pun gk sanggup kalo gk kerja. Gue pernah jobless karena di-ultimatum emak skripsi harus kelar harus fokus skripsi-an. Kalo inget saat itu, kelam deh, biasanya ngacir ke sana ke sini, ngajar private di rumah A lalu ke B, so diam di rumah jadi siksaan buat gue saat itu. Ya ampun jadi malah kemana-mana. Duh.

Balik ke masalah jenuh kerja. Semua bermula ketika insomnia gue kumat, dan gue malah baca webtoon. Webtoon yang gue baca saat itu bercerita tentang mahasiswa Farmasi dan sumpah ya itu jalan ceritanya bagus sampai gue baca webtoon tersebut di episode (?) terakhir saat itu juga. Muehehehehe. Walhasil itu webtoon bikin gue envy sampai di pikiran gue muncul ‘Kok seru ya? Kok dulu gue gk kepikiran kuliah Farmasi ya? dan berbagai kok kok lainnya. Dan, gue beneran jadi jenuh kerja, menjalani rutinitas gue sebagai guru les sejak saat itu.

Flashback ke masa lalu, 8 tahun lalu gue mantap murtad memilih jurusan kuliah melenceng dari jurusan di SMA. FYI, gue SMA di SMA negeri jurusan IPA Akselerasi dan selama gue sekolah saat itu gue langganan remedial di Fisika, like literally selalu remedial; mungkin guru Fisika gue juga sudah empet memeriksa lembar jawaban gue yang gk pernah ada gunanya. Di pelajaran lain gue menonjol cuma di bahasa Inggris, eh sama Kimia deng. At least di dua mapel tersebut gue gk pernah terjun payung (\plak). Tapi gue udah keburu trauma gitu, makanya gue jadi murtad memilih jurusan kuliah yang melenceng dari jurusan di SMA: Pendidikan Bahasa Inggris.

Maju kembali ke masa depan, gue merasa gk semangat kerja. Masuk kerja jadi terasa berat, rasanya hampa, gk ada semangat sama sekali. Bahkan saat mengajar di kelas gue bisa lho bengong berandai-andai gue di tempat lain, menjalani profesi yang lain. Astaghfirullaah. Dan lamunan gue buyar tiap ada siswa yang manggil nama gue untuk bertanya. Separah itu kejenuhan yang gue rasakan.

Sampai beberapa hari lalu, gue sakit gejala typus istirahat di rumah selama dua hari. Selama di rumah, gue B O S A N. Gue pun buka webtoon lagi. Kali ini gue menemukan webtoon tentang guru honorer. Gue merasa ditampar bolak-balik sama karakter guru di webtoon tersebut. Gajinya cuma 500K, tapi semangat ngajarnya kok kayak ngono. Bikin gue jadi merasa harusnya gue bersyukur dengan kondisi gue saat ini, income gue berkali berkali-kali lipat lebih banyak daripada si bapak guru webtoon. Gue menemukan semangat mengajar lagi. Gue buka ulang skripsi gue mengingat kembali kenapa gue memutuskan membahas masalah karakter pelajar. Gue pun kembali.

Moral dari pengalaman gue selama sebulan ini adalah betapa absurd-nya gue bisa galau gegara webtoon dan bangkit lagi karena webtoon bersyukur.

 

Pamulang, 23 September 2018, ditemani malkist dan gerimis,

Tahnia

Dulu seorang gadis kecil pernah bercita-cita menjadi penulis. Ia lalu sering menggoreskan tintanya di binder-binder milik kawannya. Tetapi, banyak yang tidak menyukai gaya tulisannya. Terlalu imajinatif, kata mereka. Berlebihan. Pemimpi. Si gadis pun memutuskan berhenti.

Kini, gaya tulisannya banyak ditemui di jaringan dunia maya, di blog orang. Banyak orang menyukainya, bahkan berupaya melakukan hal yang sama. Dan si gadis tersebut hanya bisa tertawa.

Tapi, tidak apa. Gadis itu pun belajar. Belajar untuk menyampaikan pendapat dengan baik agar ia tidak membunuh mimpi seseorang. Seperti dirinya.

Pamulang, 15 September 2018 ditemani segelas kopi panas,

Tahnia

Pindahan

Hahaha akhirnya belom ada sehari saya membuat account di tumblr, saya pun memutuskan pindah ke WordPress.

Penyebab saya pindah adalah supaya saya bisa follow blog yang sering saya kunjungi karena blog-blog tersebut adanya di WordPress. Kalo saya tetep di tumblr, saya gk bisa follow dong. Hahaha. Tapi saya ogah rugi, sebelom saya pindah dan tutup account tumblr saya, saya import dulu dua post yang kemarin saya upload ke tumblr saya. Hahaha

Semoga yang ini bisa awet. Semoga bisa semangat nulis, seperti tujuan awal mulai nge-blog lagi. Hahaha

Quote from the Holy Qur’an: At-Talaaq (65:11)

Quote from the Holy Qur’an: At-Talaaq (65:11)

رَّسُولًا يَتْلُوا۟ عَلَيْكُمْ ءَايَٰتِ ٱللَّهِ مُبَيِّنَٰتٍ لِّيُخْرِجَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ مِنَ ٱلظُّلُمَٰتِ إِلَى ٱلنُّورِ ۚ وَمَن يُؤْمِنۢ بِٱللَّهِ وَيَعْمَلْ صَٰلِحًا يُدْخِلْهُ جَنَّٰتٍ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدًا ۖ قَدْ أَحْسَنَ ٱللَّهُ لَهُۥ رِزْقًا

Rasoolan yatloo AAalaykum ayati Allahi mubayyinatin liyukhrija allatheena amanoo waAAamiloo alssalihati mina alththulumati ila alnnoori waman yumin biAllahi wayaAAmal salihan yudkhilhu jannatin tajree min tahtiha alanharu khalideena feeha abadan qad ahsana Allahu lahu rizqan

A messenger reciting unto you the revelations of Allah made plain, that He may bring forth those who believe and do good works from darkness unto light. And whosoever believeth in Allah and doeth right, He will bring him into Gardens underneath which rivers flow, therein to abide for ever. Allah hath made good provision for him.

Quote from the Holy Qur’an: At-Talaaq (65:11)

I’m back

Long time no see tumblr. When I tried to log in, I couldn’t find my id. Then I’ve made a new one. Hahahaha

The old one was made when I was in highschool; it’s about 7 or 8 years ago. At that time, I wanted to get me accustomed to write, but due to many things, I never logged in to my tumblr. Hahahaha

Now I, still, want to try to get me accustomed to write.

So, hello again, tumblr. 🙂